Menelusuri Jejak Ken Dedes di Candi Singosari

Candi Singosari dengan arsitektur Hindu-Buddha yang megah dikelilingi pepohonan tropis
Kemegahan Candi Singosari yang masih berdiri kokoh setelah berabad-abad, menyimpan kisah romantis dan tragis Ken Dedes. (Sumber: Dokumentasi Maroon Travel)
Daftar Isi Artikel

Di tengah hiruk pikuk modernisasi Kabupaten Malang, berdiri sebuah monumen bisu yang menyimpan ribuan kisah. Candi Singosari—saksi bisu kejayaan Kerajaan Singhasari pada abad ke-13—masih tegak berdiri meskipun usianya telah melampaui 700 tahun. Namun, daya tarik utama candi ini bukan hanya arsitekturnya yang megah, melainkan kisah cinta, ambisi, dan tragedi yang melekat padanya: kisah Ken Dedes, wanita legendaris yang konon merupakan perempuan paling cantik di tanah Jawa.

Mengunjungi Candi Singosari bukan sekadar wisata biasa. Ini adalah perjalanan waktu yang membawa kita kembali ke era kerajaan Hindu-Buddha, di mana intrik politik, cinta terlarang, dan pertumpahan darah menjadi bagian dari sejarah yang membentuk Nusantara. Artikel ini akan mengajak Anda menelusuri jejak Ken Dedes dan memahami mengapa Candi Singosari layak menjadi destinasi wisata sejarah wajib di Malang.

Sejarah Singkat Kerajaan Singhasari

Kerajaan Singhasari berdiri pada tahun 1222 Masehi, didirikan oleh Ken Arok—seorang rakyat biasa yang naik menjadi raja melalui jalan penuh kontroversi. Singhasari merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang menguasai wilayah Jawa Timur dan menjadi cikal bakal Kerajaan Majapahit yang lebih besar.

1222

Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dan mendirikan Kerajaan Singhasari, menikahi Ken Dedes.

1227

Ken Arok dibunuh oleh Anusapati (anak Ken Dedes dari Tunggul Ametung) sebagai balas dendam.

1248

Anusapati dibunuh oleh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir), dilanjutkan perebutan tahta.

1268-1292

Masa kejayaan Singhasari di bawah kepemimpinan Kertanegara, raja terakhir dan terhebat.

1292

Kerajaan Singhasari runtuh setelah pemberontakan Jayakatwang, menandai berakhirnya era.

Kisah Legendaris Ken Dedes

Ken Dedes adalah putri seorang pendeta Buddha bernama Mpu Purwa. Ia dikenal memiliki kecantikan luar biasa yang konon "memancarkan cahaya" saat tersingkap pakaiannya—sebuah fenomena yang dalam kitab kuno disebut sebagai tanda wanita yang akan melahirkan raja-raja besar.

Kehidupan Ken Dedes berubah drastis ketika Tunggul Ametung, penguasa Tumapel (cikal bakal Singhasari), membawanya paksa menjadi istri. Ken Dedes hidup dalam pernikahan tanpa cinta, hingga Ken Arok—seorang pemuda ambisius yang bekerja sebagai pengawal—jatuh hati padanya.

"Ken Dedes digambarkan sebagai wanita yang memancarkan cahaya dari dalam tubuhnya, pertanda bahwa ia akan melahirkan garis keturunan raja-raja besar Nusantara."
— Kitab Pararaton

Untuk mewujudkan ambisinya, Ken Arok memesan keris sakti bernama Empu Gandring. Namun karena ketidaksabaran, Ken Arok membunuh sang empu sebelum keris selesai sempurna. Empu Gandring yang sekarat mengutuk bahwa keris tersebut akan membunuh tujuh orang termasuk Ken Arok sendiri. Kutukan ini kelak terbukti—keris tersebut menjadi alat pembunuhan berantai dalam keluarga kerajaan.

Keunikan Arsitektur Candi Singosari

Candi Singosari dibangun pada akhir abad ke-13 sebagai tempat pendharmaan (pemakaman simbolis) para raja Singhasari. Berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah, Candi Singosari memiliki karakteristik unik:

Struktur Bangunan

Relief ukiran batu di dinding candi yang menggambarkan kisah mitologi Hindu
Detail relief batu yang masih terukir jelas, menampilkan adegan dari kisah Ramayana dan mitologi Hindu-Buddha.

Arca Prajnaparamita: Wujud Ken Dedes

Salah satu peninggalan paling berharga dari era Singhasari adalah Arca Prajnaparamita—patung dewi kebijaksanaan Buddha yang dipercaya dibuat menyerupai wajah Ken Dedes. Arca setinggi 126 cm ini ditemukan di sekitar Candi Singosari pada tahun 1818 dan kini menjadi koleksi Museum Nasional Jakarta.

Keindahan arca ini luar biasa: wajah tenang dengan senyum misterius, postur duduk bersila sempurna (padmasana), dan detail perhiasan yang sangat halus. Arca ini dianggap sebagai mahakarya seni pahat era Singhasari dan menjadi bukti visualisasi kecantikan Ken Dedes.

Arca Prajnaparamita yang dipercaya mewakili wujud Ken Dedes
Arca Prajnaparamita yang kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta, dipercaya dibuat menyerupai wajah Ken Dedes.

Informasi Praktis Berkunjung

Informasi Candi Singosari

Lokasi: Desa Candirenggo, Kec. Singosari, Kab. Malang
Jarak dari Kota Malang: ±12 km (30 menit)
Jam Buka: 07.00 - 17.00 WIB setiap hari
Tiket Masuk: Rp 5.000 (domestik) / Rp 10.000 (asing)
Fasilitas: Parkir, toilet, warung makan, guide lokal

Tips Berkunjung ke Candi Singosari

🏛️ Ingin Tur Sejarah Candi Lengkap dengan Guide?

Maroon Travel menyediakan paket wisata sejarah ke candi-candi di Malang dengan guide profesional yang menguasai sejarah lokal!

Tanya Paket via WhatsApp

Destinasi Sejarah Lain di Sekitar Singosari

Kecamatan Singosari dan sekitarnya menyimpan banyak situs sejarah yang bisa dikunjungi dalam satu hari:

  1. Candi Sumberawan: Stupa Buddha tertinggi di Jawa Timur, terletak di lereng Gunung Arjuna dengan suasana asri.
  2. Candi Jago: Candi yang menyimpan relief kisah Kunjarakarna dan Parthayajna, berjarak 5 km dari Singosari.
  3. Candi Kidal: Tempat pendharmaan Raja Anusapati, anak Ken Dedes yang membunuh ayah tirinya Ken Arok.
  4. Makam Sunan Giri II: Petilasan situs penyebaran Islam di era pasca-Majapahit.
"Sejarah bukan sekadar masa lalu. Ia adalah cermin untuk memahami siapa kita hari ini dan ke mana kita akan melangkah esok."
Promo Paket Wisata Sejarah Candi Malang via WhatsApp

Kesimpulan

Candi Singosari bukan sekadar tumpukan batu kuno—ia adalah jendela ke masa lalu yang membuka kisah cinta, ambisi, dan tragedi Ken Dedes serta para raja Singhasari. Mengunjungi candi ini adalah cara terbaik untuk memahami akar sejarah Nusantara, terutama bagaimana kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha membentuk identitas Jawa Timur.

Dengan lokasi yang mudah dijangkau dari Kota Malang (hanya 30 menit), tiket masuk yang sangat terjangkau, dan nilai sejarah yang tak ternilai, Candi Singosari layak menjadi destinasi wajib bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Malang. Kombinasikan kunjungan Anda dengan candi-candi lain di sekitarnya untuk pengalaman wisata sejarah yang lebih lengkap.

Maroon Travel siap menemani perjalanan Anda menjelajahi situs-situs bersejarah di Malang dengan guide profesional yang akan membuat kunjungan Anda lebih bermakna. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis!

Bagikan artikel ini:

Maroon Travel Team

Maroon Travel Team

Travel Expert & History Enthusiast

Tim profesional yang berdedikasi menggali dan membagikan kekayaan sejarah Nusantara kepada wisatawan. Kami percaya bahwa memahami masa lalu adalah kunci untuk menghargai masa kini.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Dimana lokasi Candi Singosari?
Candi Singosari terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya sekitar 12 km dari pusat Kota Malang dan bisa ditempuh dalam 30 menit perjalanan.
Berapa harga tiket masuk Candi Singosari?
Tiket masuk Candi Singosari sangat terjangkau: Rp 5.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 10.000 untuk wisatawan asing. Biaya parkir motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.
Siapa Ken Dedes dalam sejarah?
Ken Dedes adalah putri seorang pendeta Buddha yang kemudian menjadi permaisuri Raja Ken Arok, pendiri Kerajaan Singhasari. Ia dikenal sebagai wanita paling cantik pada zamannya dan melahirkan garis keturunan raja-raja besar termasuk pendiri Majapahit.
Apakah Arca Ken Dedes ada di Candi Singosari?
Arca Prajnaparamita yang dipercaya mewakili wujud Ken Dedes ditemukan di sekitar Candi Singosari, namun kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Di lokasi candi, Anda masih bisa melihat arca Dwarapala dan relief-relief kuno.
Berapa lama waktu ideal untuk mengunjungi Candi Singosari?
Waktu ideal adalah 1-2 jam untuk eksplorasi menyeluruh termasuk membaca informasi dan berfoto. Jika ingin lebih mendalam, sewa guide lokal (Rp 30.000-50.000) yang akan menjelaskan sejarah lengkap.
Chat Kami