Kota Malang tidak hanya terkenal dengan hawa dingin dan apel-nya. Kota ini adalah surga bagi para pecinta kuliner. Perpaduan budaya Jawa, kolonial Belanda, dan Tionghoa menciptakan ragam cita rasa yang unik dan tak dapat ditemukan di tempat lain. Bagi para wisatawan, berburu kuliner di Malang adalah agenda wajib yang tak kalah seru dengan mengunjungi tempat wisatanya.
Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang Bakso President atau Rawon Nguling. Namun, sejatinya masih banyak "harta karun" kuliner lain yang telah bertahan selama puluhan tahun dan memiliki tempat istimewa di hati warga lokal (Arema). Tempat-tempat ini tidak hanya menjual rasa, tetapi juga sejarah dan nostalgia. Berikut adalah 5 rekomendasi kuliner legendaris Malang yang wajib masuk dalam bucket list Anda.
1. Toko Oen (Sejak 1930)
Berdiri sejak zaman kolonial Belanda, Toko Oen adalah ikon kuliner Malang yang paling otentik. Masuk ke sini seperti menaiki mesin waktu. Arsitektur bangunan tua yang megah, kursi rotan kuno, dan pelayan berseragam putih-putih klasik akan menyambut Anda. Tagline-nya pun masih menggunakan ejaan lama: "Welkom in Malang. Toko Oen Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft".
Menu andalannya tentu saja Es Krim Homemade kuno dengan tekstur yang tidak terlalu lembut tapi kaya rasa (mirip gelato klasik). Varian Tutti Frutti dan Oen's Special adalah yang paling dicari. Selain es krim, Anda bisa mencoba Biefstuk (Steak Lidah) ala Belanda yang empuk dengan saus gravinya yang khas.
2. Pecel Kawi Hj. Musilah (Sejak 1975)
Berbeda dengan pecel Madiun atau Blitar, Pecel Kawi Malang memiliki karakter bumbu kacang yang lebih gurih, kental, dan warnanya lebih gelap. Warung yang terletak di Jalan Kawi ini selalu ramai diserbu pengunjung, terutama saat jam sarapan.
Satu porsi nasi pecel berisi sayuran segar (kangkung, tauge, kacang panjang), rempeyek kacang yang renyah, dan guyuran bumbu pecel legendaris. Kuncinya ada pada keseimbangan rasa manis gula jawa, gurih kacang, dan pedas cabai serta aroma daun jeruk yang kuat. Jangan lupa tambahkan lauk pendamping seperti mendol (tempe goreng khas Malang) atau empal daging.
3. Depot Hok Lay (Sejak 1946)
Tersembunyi di jalan KH. Ahmad Dahlan, Depot Hok Lay adalah representasi sempurna kuliner peranakan di Malang. Tempat ini kecil dan sederhana, tapi antriannya bisa mengular. Dua menu yang wajib Anda pesan di sini adalah:
- Cwie Mie Malang: Mie tipis dengan topping ayam cincang halus, selada, dan kerupuk pangsit. Mie-nya kenyal dan bumbunya meresap sempurna.
- Fosco: Minuman unik yang hanya ada di sini. Terbuat dari susu sapi murni dicampur coklat dan soda, disajikan di botol Coca-Cola kaca jadul. Rasanya creamy, manis, dan menyegarkan!
"Minum Fosco di Hok Lay bukan sekadar melepas dahaga, tapi meneguk segelas sejarah kuliner Malang yang tak lekang oleh zaman."
4. Tahu Lontong Lonceng (Sejak 1935)
Sebelum Indonesia merdeka, warung ini sudah berjualan! Namanya diambil dari lokasi awalnya yang dekat dengan Gedung Lonceng (sekarang kawasan Pasar Besar). Tahu Lontong Lonceng menyajikan Tahu Telor khas Jawa Timur dengan ciri khas bumbu petis yang pekat.
Tahu digoreng bersama telor dadar hingga fluffy (mengembang), lalu disajikan di atas lontong, tauge, dan disiram bumbu kacang petis hitam pekat. Rasanya dominan manis-gurih dengan aroma petis udang yang nendang. Taburan kerupuk bawang di atasnya menambah tekstur renyah yang bikin nagih.
Lapar Tapi Bingung Arah?
Sewa Mobil + Driver Lokal Malang yang Tahu Semua Spot Enak! Kami antar Anda kulineran seharian.
Booking Rental Mobil5. Sate Gebug 1920
Terletak di kawasan Kayutangan Heritage yang sedang hits, warung Sate Gebug menempati sebuah gardu listrik kuno zaman Belanda. "Gebug" dalam bahasa Jawa berarti dipukul. Sesuai namanya, daging sapi (tenderloin) dipukul-pukul (digebug) terlebih dahulu hingga seratnya lunak sebelum dibakar.
Hasilnya adalah sate sapi super empuk dan juicy yang bumbunya (kecap dan rempah rahasia) meresap sampai ke dalam. Ukuran sajenya pun jumbo, sehingga makan 2-3 tusuk saja sudah cukup mengenyangkan. Disajikan dengan sup sayur yang segar sebagai penyeimbang rasa.
Tips Berburu Kuliner Legendaris
- Datang Lebih Awal: Tempat-tempat legendaris ini seringkali memiliki jam operasional yang pendek atau stok yang cepat habis. Contohnya Pecel Kawi yang sangat ramai di pagi hari.
- Siapkan Uang Tunai: Beberapa tempat jadul seperti Tahu Lontong Lonceng atau warung tradisional mungkin belum menerima pembayaran QRIS atau kartu kredit.
- Cek Parkir: Lokasi kuliner tua biasanya berada di pusat kota/pasar dengan lahan parkir terbatas. Jika membawa mobil, bersiaplah parkir agak jauh atau gunakan jasa driver drop-off.
Kesimpulan
Malang adalah kota yang memanjakan lidah. Kelima destinasi kuliner di atas bukan hanya sekadar tempat makan, tapi merupakan penjaga warisan rasa yang telah teruji oleh waktu. Mencicipi Toko Oen, Pecel Kawi, Hok Lay, Tahu Lonceng, dan Sate Gebug adalah cara terbaik untuk mengenal jiwa Kota Malang yang sesungguhnya. Jadi, siapkan perut kosong dan selamat berpetualang rasa!